Rukun Islam Pertama : Syahadat dan Ketahuidan Kepada Allah

Pengucapan dua kalimat syahadat secara umum dapat dipahami sebagai semua pernyataan bahwa peniadaan kepada semua yang disembah di alam semeta selain Allah Subhanau wa Ta’ala. Lebih lanjut lagi berdasarkan penjelasan pada IslamExplored.org bahwa tidak ada yang berhak disembah di dunia termasuk benda-benda mati, hewan, tumbuhan dan lain-lain kecuali hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengakui bahwa Nabi Muhammad Shalalahu ‘alaihi Wassalam adalah utusan Allah untuk menerima wahyu yang di kekalkan dalam bentuk mushaf-mushaf Al-Quran. Jika kita sudah mengucapkan kalimat syahadat maka kita juga harus menetapkan bahwa ibadah yang kita lakukan dalam segala bentuk hanya untuk diniatkan kepada Allah saja.

Sehingga dari hal ini dapat dipahami orang-orang non-muslim tidak meniadakan yang disembah kecuali Allah saja yang membuat mereka tidak bertahuid di atas Islam. Bentuk adanya tauhid di dalam diri kita juga tidak bisa diartikan hanya dengan mengucapkan syahadat dan meniadakan semua yang disembah kecuali Allah saja, tapi juga harus melaksanakan kalimat tauhid tersebut sebagai ungkapan bertakwa kepada Allah. Jika kita mampu memahami dan melaksanakan kalimat tauhid ini maka secara otomatis kita hanya akan berdoa, meminta dan beribadah hanya kepada Allah. Hanya Allah yang berhak disembah dan dimintai pertolongan.

Kita sebagai umat Islam harus berhati-hati dengan segala tipu daya yang ada di dunia yang bisa menjerumuskan kita kepada kesyirikan dan membatalkan kalimat syahadat dan bukti ketauhidan kita. Sering kali orang Islam yang tidak begitu kuat pemahamannya tentang tauhid, menggantungkan doanya, permintaanya dan amalnya kepada selain Allah. Jika ini sampai terjadi maka otomatis akan membatalkan kalimat syahadat dan ketauhidan kita. Karena sejatinya syahadat dan tauhid dengan pemahaman yang baik dan benar akan menuntun manusia agar senantiasa beribadah, berdoa, meminta hanya kepada Allah.

Kunci dari Islam yang sebenarnya adalah syahadat dengan ketauhidan kepada Allah dan mengerjakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Tentunya ini akan sangat berbeda dengan pengucapan syahadat saja tanpa adanya pelaksanaan dalam bentuk beribadah hanya kepada Allah. Keislaman akan diterima jika syahadat dan tauhid dilaksanakan dengan bentuk beribadah hanya kepada Allah. (sumber : IslamExplored.org)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *