Hati-Hati Masa Kehamilan Rentan Dengan Kelainan Glisoptosis

Bagi kamu calon orang tua apakah sudah tahu jika ada penyakit atau kelainan yang sudah dapat diderita bayi sejak masih di dalam kandungan? Jika ditelurusi lebih jauh ada banyak penyakit yang dapat diderita oleh bayi sejak dalam kandungan. Salah satunya adalah glosoptosis. Apa itu glosoptosi? Mengapa bisa terjadi pada bayi? Apa penyebab bayi bisa mengidap kelainan glispotosis? Lalu apa tanda-tanda dan cara pengobatan yang dapat ditemupuh?

Menurut alodoc.com glosoptosis adalah kelainan yang diderita bayi berupa bentuk rahang bawah yang menjorok ke belakang. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi laki-laki maupun perempuan. Posisi rahang bawah yang menjorok ke dalam akan menyebabkan lidah juga berada di belakang. Posis lidah yang seperti ini tidak meguntungkan penderita karena suatu saat lidah dapat jatuh ke tenggorokan dan menghambat jalannya pernapasan. Kondisi ini juga menyulitkan bayi menyusu secara langsung ke payudara karena tidak terjangkau oleh lidah dan susah untuk mereka menelan ASI. 

Gejala-gejala yang dapat dilihat secara fisik adalah bentuk dagu yang mungil, karena rahang bawah menjorok ke dalam. Jika diperhatikan bagian dalam mulut bayi terdapa rongga di langit-langit berbentuk huruf U, posisi lidah akan terlihat sangat dekat tenggorokan, bahkan di beberapa kasus penderita tidak memiliki langi-langit. Selain bentuk rahang ada beberapa penyakit yang juga diderita oleh bayi yang menderita penyakit glosoptosis yaitu gangguan penglihatan dimulai dari rabun dekat, rabun jauh, silindris, dan ganggua pada tulang punggung belakang (skoliosis). Bayi yang menderita kelainan ini pertumbuhannya akan lama daripada bayi normal. Tapi tetap bisa tumbuh walaupun memerlukan waktu yang lama. Jadi bagi orang tua tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi anak asalkan tindakan penanganannya tepat. 

 Lalu apa penyebab bayi mengidap kelainan glosotosis ini? Dokter belum mengetahui apa penyebab pastinya. Tapi diduga gen berperan dalam memunculkan kelainan glosotosis. Jika ada keluarga yang mempunyai riwayat kelainan ini kemungkinan besar bayi kamu juga beresiko. Ada juga yang menduga jika kelainan berasal dari ketuban yang sedikit akan mempengaruhi pertumbuhan bayi di dalam kandungan, terutama di bagian rahang bawah. Akibatnya rahang bawah tumbuh terlambat dari tubuh lainnya. Pada saat lahir bentuk rahang masih belum sempurna terbentuk. 

Bagi orang tua yang anaknya mengidap penyakit glosoptisi tindakan yang harus dilakukan pertama kali adalah memeriksakan bayi ke dokter. Apabila gejala-gejala tersebut terdapat pada bayi sebaiknya segerakan ke tenaga medis untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Dokter akan memeriksa fisik dan mulut bayi untuk dapa mendiagnosa penyebabnya apakah benar karena glosoptosis atau bukan. Jika iya akan diberikan alat bantu pada botol dan dot bayi untuk memudahkan bayi menelan makanan atau bayi akan dipasangkan pipa dari hidung atau kerongkongan untuk menyalurkan makanan. Dokter akan melakukan tindakan medis jika diperlukan. Namun tindakan pembedahan akan dilakukan saat bayi sudah berumur 12-18 bulan.

Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan oleh orang tua di rumah berupa memastikan posisi bayi dengan keadaan miring atau tengkurap. Posisi terlentang akan menyebabkan lidah jatuh ke belakang dan menghalangi pernapasan bayi. Jadi untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan selalu awasi bayi tidak dalam posisi terlentang. Jika bayi tidak mau menyusi melalu botol maka ibudapat memposisikan tubuh bayi dalam keadaan tegak. Ini memudahkan jalan makanan masuk ke kerongkongan tanpa dihalangi oleh lidah. 

Belum ada tindak pencegahan yang dapat dilakukan mengingat penyebab glosoptosi juga belum dapat dipastikan. Namun yang pasti selalu jaga kondisi tubuh ibu saat sedang hamil. Kondisi fisik maupun psikologis karena sangat berpengaruh pada bayi nantinya. Selalu jaga kesehatan dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh adalah tindakan pencegahan untuk segala jenis penyakit.