Menjadi Salah Satu Mobil Murah Paling Memikat, Ini Dia Kelebihan dan Kekurangan Toyota Calya

Sejak dua tahun kedatangannya, Toyota Calya telah menjadi favorit di Segmen MPV murah. Bahkan bagi mereka yang mencari mobil dengan harga terjangkau namun memiliki beragam fitur yang menarik, mobil murah ini menjadi salah satu rekomendasi terbaik di kelasnya.

Mungkin kebanyakan dari anda sudah mengetahui spesifikasi dari mobil ini. Namun sebagai pertimbangan untuk membeli sebuah mobil, rasanya tidak cukup hanya mengetahui spesifikasinya saja.

Untuk itu di sini kami akan mencoba untuk membahas kelebihan dan kekurangan dari si Toyota Calya ini.

Berikut Kelebihan dan Kekurangan Toyota Calya

Kelebihan

  1. Ruang Kabin Luas

Menawarkan space hingga 7 penumpang, mobil LCGC tipe MPV ini menjadi yang paling luas di kelasnya. Dengan memberikan ruang gerak yang lega, tentu membuat penggunanya merasa nyaman saat pergi jauh dengan mobil ini.

  1. Memiliki Berbagai Fitur yang Menarik

Seperti yang kami singgung di atas, sebagai mobil murah, Calya telah dilengkapi berbagai fitur yang menarik. Sebut saja bagian dashboard yang telah dilengkapi dengan head unit 4 speaker dengan USB, eco mode, electric mirror, audio video system, AUX, bluetooth hingga MID.

Selain itu ada juga power window untuk mengendalikan keempat pintu mobil dari pintu pengemudi. Tidak heran Calya menjadi mobil murah terfavorit.

  1. Bagasi yang Lega

Mungkin secara dimensi, Calya masih kalah dari mobil MPV lainnya. Namun dari sektor bagasi, mobil ini menawarkan ruang yang cukup luas. Tanpa dilipat kursi belakangnya saja, Calya sudah mampu menampung 3 galon air dan beberapa barang lagi.

  1. Harga yang Relatif Murah

Dipasang dengan harga 130-149 jutaan, anda sudah bisa menikmati mobil yang dilengkapi fitur-fitur yang sudah dibahas tadi. Spesifikasi dari mobil ini juga tidak kalah dibanding para pesaing di kelasnya.

 

Kekurangan

  1. Interior yang Minim Kualitas

Jika di atas tadi sudah membahas dashboard yang dilengkapi berbagai fitur, di sini kami akan membahas dari segi interiornya. Saat diperhatikan, interior mobil LCGC rata-rata terbuat dari bahan plastik murah yang didesain seadanya. Selain itu, bagian door trim juga mudah tergores bahkan beberapa komponen akan mudah bergoyang saat ditekan.

  1. Mesin Bertenaga Pas-Pasan

Sektor mesin menjadi kekurangan yang cukup menonjol di mobil murah yang satu ini. Hanya dibekali dengan kapasitas mesin 1.200 cc 4 silinder, tenaga 88 PS di rpm dan torsi 109 NM di rpm 4.800 membuat para konsumen berpikir dua kali untuk membelinya.

Torsi puncaknya pun diraih di angka yang sangat tinggi, hal ini membuat mobil terasa lemot di tarikan bawah, khususnya saat bepergian jarah dekat.

  1. Posisi Duduk Kurang Nyaman

Meski memiliki ruang kabin yang luas, jok yang disediakan Calya tidak senyaman ukurannya. Head rest yang terlalu dan masih menyambung membuat pengemudi mudah lelah saat bepergian jarak jauh.

Posisi duduk pun tidak bisa ditambah tingginya, hal ini juga berlaku untuk posisi sabuk pengaman dan stirnya. Bagi anda yang mencari mobil murah dengan jok yang nyaman, kami tidak merekomendasikan Calya sebagai opsi.

Kesimpulannya. Bagi anda yang mencari mobil murah dengan kabin luas serta memiliki berbagai macam fitur menggoda, maka Toyota Calya adalah jawabannya. Tapi bagi anda yang menginginkan mobil dengan detail yang bagus, interior berkelas dan tempat duduk yang nyaman, masih ada pilihan yang lebih baik dari pada mobil ini.

Demikian sedikit ulasan kami mengenai Kelebihan dan Kekurangan Toyota Calya. Semoga bisa menjadi referensi bagi anda yang mencari mobil murah dengan kualitas yang cukup memadai.

Tidak Mudah Pecah, Ban Sudah Dites

Jalan tol ini disebut sebagai Ketua Subandi Prabayar Sandiaga Prokurats dari Badan Pemenang Nasional (BPN). Dian Fatwa, yang menghangatkan ban dengan cepat sampai pecah. Pada kenyataannya, ban tidak akan mudah patah selama mereka dalam kondisi normal dan tekanan angin memadai.

Menurut Zulpata Zainal, salah satu profesional di industri ban, ban panas sebenarnya normal. Mengenai kegagalan ban, produsen ban telah menguji ketahanan ban sebelum dijual dalam jumlah besar.

“Kami menemukan bahwa ban telah meledak terus menerus selama 24 jam tanpa gangguan selama 6-7 hari dan pertanyaannya adalah: siapa yang ingin mengemudi 24 jam tanpa gangguan 24 jam sehari, itu tidak ada, itu tidak kuat,” kata Zulpata detikOto panggilan telepon, Minggu (17.02.2014).

Menurut Zulpata, ada tes resistansi untuk menguji resistansi ban. Ban dimasukkan ke instrumen dan diputar terus menerus selama 24 jam tanpa henti.

“Istirahat hanya beberapa hari: siapa yang ingin mengemudi selama berhari-hari tanpa berhenti sampai bannya rusak, jadi jika semuanya normal, kemungkinan karetnya tidak akan pecah,” kata Zulpata.

Ban bisa pecah jika Anda tidak memperhatikan kondisi ban kendaraan. Misalnya, ban gundul, tekanan angin tidak memadai, atau kendaraan kelebihan beban, sehingga ban memiliki bobot lebih tinggi atau ban sudah tertusuk paku. Namun, menurut Zulpata, kemungkinan ban kendaraan kecil jika kondisi ban memadai.

“Ini disebut uji ketahanan: ban diuji 24 jam tanpa gangguan, yang lain dengan kecepatan tinggi, kami menjaga ban.” Perkiraan indeks beban 95H (indeks beban H berarti bahwa ban dapat diregangkan hingga 210 km / jam), tidak bisa turun 210 km / jam selama satu jam, bisa pecah, jadi harus kontinu untuk 210 km / jam sekarang, jika di jalan raya saat ini tidak ada jalan menuju encoder 210 km / jam mengarah. hingga 210 km / jam di jalan ke kanan, jika Anda mematuhi aturan paling banyak 100 km / jam, “kata Zulpata.

Sebagai informasi: Setiap ban yang diproduksi oleh pabrikan memiliki indeks beban seperti Zulpata. Indeks beban adalah spesifikasi ban yang biasanya dicetak di dinding ban. Indeks beban menggambarkan kemampuan ban untuk menahan beban dan kemampuan ban untuk mencapai kecepatan tertinggi.

“Jadi kecil kemungkinannya bahwa kita akan mengendalikan ban ketika sudah aus, kita akan menggantinya, sering sebelum putaran belakang, tidak ada batu atau paku, itu sudah pasti,” kata Zulpata